Islam selalu memberikan inspirasi bagi peradaban umat manusia. Ajarannya bagai magnet yang menarik hati orang yang ingin mencari kebenaran hakiki. Banyak pemeluk agama lain yang rela meninggalkan ajaran agama yang menjadi pegangan nenek moyangnya demi islam. Salah satunya adalah Wahb bin Munabbih.

Imam Adzahabi dalam Kitab Siyar A’lam An Nubala’ menjelaskan tentang nama lengkap Wahb bin Munabbih yaitu Wahb bin Munabbih bin Kamil bin Sij, yang dikenal Abu Abdillah As Shan’ani. Ia memiliki saudara bernama Hammam bin Munabbih, Ma’qil bin Munabbih, Ghailan bin Munabbih.

Baca juga:

Wahb bin Munabbih dikenal sebagai tokoh Tabi’in (pengikut sahabat) yang terkenal. Ia dilahirkan pada tahun 34 H. yaitu saat Usman bin Affan menjadi khalifah yang ketiga.

Salah satu guru yang menginspirasi Wahb bin Munabbih yaitu Sahabat Abdullah bin Abbas yang dijuluki tinta umat atau Sahabat yang pakar dibidang tafsir. Ia juga meriwayatkan Hadis dari Abu Hurairah, Abu Sa’id Al Khudzri, An Nu’man bin Basyir, Jabir bin Abdillah, Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Amr bin Ash.

Kepribadian Wahb bin Munabbih

Wahb bin Munabbih dikenal giat dalam belajar serta tekun dalam menelaah berbagai macam Kitab sehingga pengetahuannya luas terutama tentang sejarah orang-orang terdahulu seperti kisah-kisah Israilliyat.

Disamping itu, Ia sangat tekun dalam beribadah kepada Allah. Walau ia hidup sederhana tanpa bergelimang harta. Kekurangan harta tak menjadi penghalang dalam menghadapi apapun, sebaliknya ia hidup dengan rasa optimis untuk mencapai kemuliaan yang hakiki dan mulia di sisi Tuhannya.

Petuah-petuah kehidupan Wahb bin Munabbih

Wahb bin Munabbih termasuk Tabi’in yang alim dalam berbagai bidang khusus terkait petuah-petuah kehidupan.

Dibawah ini beberapa petikan petuah bijak yang perlu direnungi supaya menjadi pribadi yang baik.

العلم خليل المؤمن ، والحلم وزيره ، والعقل دليله ، والعمل قيمه ، والصبر أمير جنوده ، والرفق أبوه ، واللين أخوه .

Ilmu itu bagai kekasih orang mukmin, sikap lembut sebagai wazirnya, akal sebagai petunjuknya, amal sebagai harganya, sabar sebagai pemimpin bala tentaranya, sifat arif sebagai bapaknya, sifat lembut sebagai saudaranya.

المؤمن ينظر ليعلم ، ويتكلم ليفهم ، ويسكت ليسلم ، ويخلو ليغنم

Seorang mukmin berpikir panjang supaya dirinya mengerti, berbicara supaya bisa dipahami, diam supaya selamat, menyendiri supaya tercukupi.

الإيمان عريان ، ولباسه التقوى ، وزينته الحياء ، وماله الفقه .

Iman bagai telanjang, pakaiannya adalah takwa, hiasannya yaitu malu, hartanya yaitu mampu memahami.

ثلاث من كن فيه أصاب البر : السخاء ، والصبر على الأذى ، وطيب الكلام .

Tiga golongan yang memiliki sifat ini maka akan mendapatkan kebaikan. Pertama, Sifat pemurah. Kedua, sabar saat tersakiti. Ketiga, berkata yang baik.

Wahb bin Munabbih: Ulama Yahudi yang masuk Islam (3)