Waktu-waktu yang Dimakruhkan untuk Berdzikir

Berdzikir sangat dianjurkan setiap waktu kecuali dalam keadaan yang tak dianjurkan (makruh) untuk melakukannya. Ini waktu yang dimakruhkan untuk dzikir.

Dzikir merupakan salah amalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Islam mengatur tata cara berdzikir kepada Allah, baik dengan lisan maupun hati, namun yang terbaik adalah menggabungkan keduanya. Berdzikir sangat dianjurkan setiap waktu kecuali dalam keadaan yang tak dianjurkan (makruh) untuk melakukannya.

Waktu-waktu yang makruh untuk berdzikir seperti yang dipaparkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, yaitu:

ﻓﻤﻦ ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻪ ﻳﻜﺮﻩ اﻟﺬﻛﺮ ﺣﺎﻟﺔ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﻋﻠﻰ ﻗﻀﺎء اﻟﺤﺎﺟﺔ، ﻭﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ اﻟﺠﻤﺎﻉ، ﻭﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ اﻟﺨﻄﺒﺔ ﻟﻤﻦ ﻳﺴﻤﻊ ﺻﻮﺕ اﻟﺨﻄﻴﺐ، ﻭﻓﻲ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﺑﻞ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﻘﺮاءﺓ، ﻭﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ اﻟﻨﻌﺎﺱ.

Dan diantara waktu yang makruh untuk berdzikir adalah ketika sedang membuang hajat, disaat berhubungan badan, kemudian saat mendengarkan khutbah Jum’at, dan ketika saat berdiri dalam shalat yang utama membaca Al-Qur’an, juga Saat keadaan mengantuk.

Selain waktu tersebut, sangat dianjurkan untuk berdzikir walau sedang di jalan atau di kamar mandi tapi berdzikir di hati lebih baik. Hal ini bertujuan agar manusia selalu berkomunikasi dengan Tuhannya agar dirinya dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk, juga akan dimudahkan segala urusannya baik dunia maupun urusan akhirat.

Leave a Reply