doa, akhirat

Wasiat Nabi Ibrahim kepada Anaknya

Allah mengutus para Nabi dan Rasul sebagai penyampai Wahyu Tuhan. Mereka merupakan panutan bagi umatnya dalam mengarungi kehidupan. Ucapan, prilaku, suri tauladan, wasiat mereka sebagai contoh bagi orang lain.

Salah satu Nabi yang dikenal sebagai kekasih Allah (Kholilullah) adalah Nabi Ibrahim yang dikenal sebagai bapak para Nabi karena keturunannya banyak yang menjadi Nabi dan Rasul seperti Nabi Ishak mempunyai anak bernama yaitu Nabi Ya’kub atau dikenal Dengan dengan Nama Israil.

Begitu juga dari keturunan Nabi Ismail terlahir manusia yang utama, Nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhammad sebagai penjaga misi dari Nabi Ibrahim yaitu menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Tuhan).

Isi Wasiat Nabi Ibrahim

Sebelum Nabi Ibrahim wafat, Ia berpesan kepada keturunannya untuk selalu berpegang teguh pada ajaran tauhid. Hal ini sesuai penjelasan dalam Al Qur’an yang berbunyi:

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (132

Artinya: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam,” (QS. Al Baqarah: 132).

Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim berwasiat yang berisi untuk Ikhlas dalam beribadah mengesakan Allah (tauhid) serta menundukkan hati dan anggota badan kepada-Nya.

Dalam isi wasiatnya, Nabi Ibrahim berpesan kepada keturunannya agar selalu memegang agama yang lurus (Hanif) yaitu Islam yang mengajarkan akan keesaan Tuhan dan tak ada yang menyekutukan-Nya. Lebih lanjut, ia berpesan untuk memegang ajarannya sampai ajal menjemput serta berusaha jangan sampai keluar dari agama tersebut supaya tak di murkai oleh Tuhan.

Sedangkan menurut Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini berisi ajakan untuk melakukan kebaikan yaitu memeluk ajaran Islam semasa hidup supaya kelak saat meninggal dalam keadaan islam karena kematian seseorang tergantung kebiasaan yang ia lakukan.

Dari sini, penting kiranya bagi umat Islam untuk selalu berpesan, menasehati diri dan orang lain secara baik sehingga keturunannya mampu mengikuti jejak kebaikan leluhurnya terutama untuk selalu berpegang pada ajaran tauhid sebagai kunci mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)