akhir ramadhan

Wasiat Nabi kepada Mu’adz bin Jabal

Dalam sejarah Islam banyak menceritakan kisah Nabi, juga para Sahabatnya. Mereka bergaul dengan Nabi dengan sikap sopan santun. Suatu ketika Nabi berwasiat kepada salah satu sahabatnya, namun ada juga yang meminta wasiat seperti yang dilakukan oleh Mu’adz bin Jabal.

Hal ini seperti keterangan Imam al-Mundziri dalam at-Targib wa at-Tarhib mengutip sebuah Hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash R.A yang mengkisahkan bahwa Muadz bin Jabal hendak bepergian, lantas ia meminta nasehat kepada Nabi.
“Wahai Nabi, berilah aku wasiat!”pintanya.

Kemudian Nabi memberi wasiat:
“Sembahlah Allah, dan jangan sampai menyekutukan-Nya”.
lalu Ia meminta wasiat lagi. Nabi menjawab:
“jika kamu ada yang menyakiti, maka berbuat baiklah kepadanya”.
Lantas ia meminta nasehat kepada Nabi lagi.
“Wahai Nabi, berilah aku wasiat lagi”.

Kemudian Nabi memberi wasiat lagi:
“Istiqamahlah kamu dalam beramal, dan perbaiki akhlakmu”. H.R Ibnu Hibban dalam Kitab Shahihnya, dan Imam Hakim.

Salah satu wasiat Nabi ini ada yang berkaitan dengan istiqamah atau selalu continue dalam beramal kebaikan walaupun itu dianggap remeh atau kecil, karena amal kebaikan bisa menggunung berawal dari hal kecil.
Dan wasiat terakhir berisi untuk selalu berakhlak baik dimanapun, kapanpun ia berada, karena dengan akhlak yang baik seseorang bisa mulia di hadapan Tuhannya juga di hadapan makhluknya. Hal ini seperti misi Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Pada hakikatnya seseorang yang berilmu tapi tak mencerminkan Budi pekerti yang baik, maka ia akan jatuh harga dirinya, maka dari itu berusahalah berbuat baik walau sedikit yang melakukannya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *